Minggu, 30 Desember 2012

BROSUR PONSEL CHINA BANYAK MENIPU

Keinginan Konsumen, tentu saja yang akan memilih ponsel dengan fitur melimpah namun dengan harganya yang murah. Dan begitulah ponsel Lokal ini ditawarkan, fitur-fiturnya melimpah dan menarik namun dijual dengan harga jual yang relatif murah.Sayangnya, memilih ponsel alternatif tidak segampang yang kita kira. Berbeda ketika kita memilih ponsel branded yang tinggal lihat iklan kemudian tunjuk, memilih ponsel alternatif yang mayoritas buatan cina kita harus sedikit berhati-hati. Apa sebab?
Demi mempertahankan eksistensi pasar ataupun mendongkrak angka penjualan, ponsel-ponsel alternatif ini mengambil juga jalan ”alternatif” yaitu dengan cara mempromosikan fitur-fitur pada ponselnya yang tidak sesuai dengan kenyataan.Misalnya, pada casing ataupun pada brosur tertulis kamera sebesar 2 megapixel, namun pada kenyataan hanya mendukung resolusi maksimal 1,3 MP.
Selain itu masih banyak kejanggalan lainnya pada ponsel-ponsel alternatif, Saya akan membeberkannya supaya Anda lebih berhati-hati.
*. Kamera bohongan. Pada badan ponsel terdapat lubang untuk kamera tapi hanya sebagai pemanis saja, kameranya tidak ada.
*. Resolusi kamera yang tertera pada casing tidak sesuai kenyataan. Misalnya pada casing tertera 2 MP, kenyataannya hanya 0,3 MP (VGA)
*. Tombol akses pada badan samping ponsel hanya hiasan. Misalnya ada tombol untuk kamera namun tidak berfungsi, hanya berupa aksesoris saja karena bentuk casingnya yang sudah permanen.
*. Model casing mirip ponsel merek terkenal
*. Tidak Dual On. Artinya hanya satu kartu yang aktif, padahal pada brosur ditulis dual-on (kedua kartu aktif).
*. Aplikasi Java harus khusus. Ada ponsel alternatif yang telah mendukung teknologi Java namun tidak semua aplikasi Java yang beredar dapat diinstallkan.
*. Kapasitas baterai tidak sesuai dengan yang tertera pada brosur.
*. Baterai tidak bisa di-charge (diisi ulang)
*. Bahan casing kurang bagus, terkadang ada cacat.
*. Ada ponsel alternatif yang tidak lolos sertifikasi namun tetap dijual di pasaran.
*. Service centre digabung dengan toko. Ada kemungkinan merek ponsel seperti ini sifatnya ”hit and run” dan tidak mau berinvestasi untuk layanan purna jual. Jika merek ditutup, pemilik toko pun tidak akan mau menanggung kerugiannya.Merek Plesetan dan Almarhum
Tidak semua merek ponsel alternatif dapat bertahan dipasar. Bahkan banyak yang sudah menghilang dari pasar.
Ok…semoga anda bijak dalam menentukan pilihan dalam membeli sebuah Gadget….

Tidak ada komentar: